• Anisa Azizah

IDEA(K)SI

Disampaikan pada Bincang Adiwidya 1 ft. Sekolah Ilmiah Pascasarjana ITB oleh KAMIL ITB Sabtu, 08 Agustus 2020, 13.00 - 15.30 WIB

"Dari ide menjadi aksi"


Topik webinar yang sangat menarik ini membuat saya merefleksikan kembali perjalanan Tech Prom Lab..


Komersialisasi Hasil Penelitian

Keempat founders Tech Prom Lab (Pak Heri Setiawan, Kang Adi Surya Pradipta, M. Rizqi Abdullah, dan saya -Anisa Azizah) merupakan mahasiswa dibawah bimbingan Prof. Bambang Sunendar di Laboratorium Pemrosesan Material Maju, Teknik Fisika ITB.


Saat itu akhir tahun 2017, saya masih ingat momen ketika Kang Adi dan Rizqi menceritakan mimpi mereka untuk mencoba mengimplementasikan salah satu hasil penelitian dari lab yang menurut mereka sangat prospektif, beton berpori. Hal yang tentu saja membuat saya sangat bersemangat!


Saat masih kuliah S1 di Teknik Fisika dulu, saya senang sekali berkeliling laboratorium dan bertanya ke teman-teman apa yang sedang mereka kerjakan. Tidak ada yang biasa-biasa saja, segala hal yang dikerjakan sungguh sangat exciting. Betapa besar potensi hasil-hasil penelitian ini bagi kemajuan bangsa.

Namun setelah mengerjakan tugas akhir dan menyerahkan salinannya ke perpustakaan, saya menyadari bahwa tidak banyak hasil-hasil penelitian yang diimplementasikan di masyarakat. Mayoritas menjadi artefak di perpustakaan, termasuk tugas akhir yang saya banggakan..


Kembali lagi ke ajakan Kang Adi dan Rizqi, tentu saja saya bersemangat! Saya ingin mencoba mengimplementasikan hasil penelitian melalui model yang menurut saya paling sustainable: bisnis!


Penyesuaian dengan Realita

Tantangan pertama datang ketika kami mencoba memproduksi beton berpori pada skala industri. Perlu banyak penyesuaian terutama mengenai alat/mesin produksi dan juga bahan baku. Penelitian di lab dengan kondisi yang diatur tentu tidak sama dengan kondisi lapangan yang tingkat ketidakpastiannya sangat besar.

Setelah menemukan cara untuk menyesuaikan dengan kondisi lapangan, tantangan berikutnya muncul: harganya cukup terjangkau, tidak?


Sebagai sebuah komoditas di industri material bangunan yang sangat price-sensitive, harga paving block menjadi concern utama para calon pengguna. Dan sayangnya, formulasi awal beton berpori yang dikembangkan di lab menghasilkan paving block yang cukup pricey.


Pak Heri, Kang Adi, dan Rizqi pun kembali ke lab dan akhirnya menghasilkan formulasi beton berpori yang kita kenal sekarang, PoreBlock.


Inspirasi dari Lapangan

Seiring berjalannya waktu, kami semakin dalam terjun ke industri ini dan mendapatkan banyak sekali insight. Selain masukan mengenai bagaimana cara meningkatkan performa PoreBlock, kami sering sekali mendapatkan insight yang tidak secara langsung berhubungan dengan PoreBlock dan kadang justru menjadi a whole new topic to be researched -- and yes, it's super exciting!

Inspirasi-inspirasi inilah yang sesungguhnya sangat berharga terutama dikondisi pandemi seperti sekarang. Kami harus mencari segala cara agar bisa tetap beroperasi dan pivot tidak terhindarkan. Insight yang dulu terasa tidak langsung berhubungan sekarang menjadi ide yang sangat berharga.

Akhir kata: mulai dari yang dekat, be agile dan keep your eyes open mungkin beberapa intisari dari cerita perjalanan Tech Prom Lab dalam proses mewujudkan ide menjadi aksi :)

29 tampilan
This site was designed with the
.com
website builder. Create your website today.
Start Now